(SWRO) adalah suatu sistem proses osmosis balik biasa yang menggunakan membrane Reverse Osmosis (RO) memiliki fungsi untuk memisahkan kandungan garam pada air laut hingga menjadi air tawar. Cara kerja dari SWRO adalah dengan menyaring air laut melalui membran yang memiliki ukuran pori yang sangat kecil setelah itu dengan bantuan tekanan tinggi kandungan garam dalam air laut dapat disaring sehingga menghasilkan air yang layak untuk dikonsumsi.
Sistem Reverse Osmosis yang menggunakan air payau biasa disebut Brackish Water Reverse Osmosis ( BWRO ). Sedangkan sistem RO yang menggunakan sumber air laut adalah Sea Water Reverse Osmosis (SWRO),Dalam membangun sistem desalinasi RO ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan mulai dari karakteristik air baku, kapasitas plant, kualitas air, hingga biaya perancangan dan perawatan. Namun dari beberapa aspek diatas faktor biaya lah yang menjadi perhatian besar.
Dalam desalinasi RO sumber air baku yang digunakan ada dua jenis yaitu air payau dan air laut. Sistem Reverse Osmosis yang menggunakan air payau biasa disebut Brackish Water Reverse Osmosis ( BWRO ). Sedangkan sistem RO yang menggunakan sumber air laut adalah Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).
Sistem pemurnian air RO telah terbukti sangat efektif mengatasi permasalahan kualitas air dibandingkan metode pemurnian yang lain seperti karbon aktif, water softener, distilasi, UV, dan netralisasi. Sistem RO dapat memisahkan komponen-komponen yang tidak diinginkan seperti komponen organik, non organik, bakteri, virus, partikulat, serta ion atau garam terlarut. Sistem RO juga dikenal sebagai media filter yang memiliki pori paling kecil dibandingkan filter-filter yang lain yaitu 0.0001 mikron. Beberapa riset dan paten tentang keefektifan sistem RO dengan berbagai macam desain dan konfigurasi turut mendukung perkembangan sistem RO.
BWRO adalah singkatan dari Brackish Water Reverse Osmosis Osmosis alat ini berfungsi untuk mengolah air payau menjadi air minum. Sehingga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di daerah pesisir Indonesia. Sebagian besar daerah pesisir di Indonesia telah mengalami kelangkaan air di mana sumber air menjadi lebih terancam karena pesatnya pertumbuhan penduduk, industri akuakultur dan pertanian. Desalinasi Air Payau dapat menggunakan sistem Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO). BWRO digunakan untuk mengatasi pasokan masalah air minum di daerah pesisir. Air Payau memiliki jumlah padatan terlarut (TDS) konten di kisaran 1,000-10,000 ppm. Oleh karena itu air payau memerlukan pengolahan khusus sehingga dapat menghasilkan air minum yang sehat dan segar. Teknologi pengolahan air payau ini banyak digunakan oleh beberapa negara maju dan berkembang sebagai salah satu cara mengatasi krisis air.
info lebih lanjut silahkan mengunjungi web tersebut:fratech




Bagus
BalasHapushooh tenan
HapusKeren Kak
BalasHapushooh tenan
Hapusbagus mas...
BalasHapushooh tenan
Hapus